Harry Potter adalah seri tujuh novel fantasi yang dikarang oleh penulis Inggris J. K. Rowling. Novel ini mengisahkan tentang petualangan seorang penyihir remaja bernama Harry Potter dan sahabatnya, Ronald Weasley dan Hermione Granger, yang merupakan pelajar di Sekolah Sihir Hogwarts. Inti cerita dalam novel-novel ini berpusat pada upaya Harry untuk mengalahkan penyihir hitam jahat bernama Lord Voldemort, yang berambisi untuk menjadi makhluk abadi, menaklukkan dunia sihir, menguasai orang-orang non-penyihir, dan membinasakan siapapun yang menghalangi jalannya, terutama Harry Potter.
Sejak dirilisnya novel pertama, Harry Potter and the Philosopher's Stone (di Indonesia diterbitkan dengan judul Harry Potter dan Batu Bertuah) pada tanggal 30 Juni 1997, seri ini telah mendapatkan popularitas besar, berbagai pujian kritis, dan kesuksesan komersial di seluruh dunia.[1] Beberapa kritikus juga melontarkan kritikan negatif, terutama karena temanya yang gelap. Pada Juni 2011, seri ini telah terjual sekitar 450 juta kopi di seluruh dunia, menjadikannya sebagai novel seri paling laris sepanjang masa, dan telah diterjemahkan ke dalam 67 bahasa.[2][3] Empat novel terakhir secara berturut-turut mencetak rekor sebagai buku dengan penjualan tercepat dalam sejarah.
Dengan memuat banyak genre, termasuk fantasi dan bildungsroman (dengan unsur misteri, thriller, petualangan, dan roman), seri ini telah melahirkan banyak makna dan referensi budaya.[4][5][6][7] Menurut Rowling, tema utama dalam seri ini adalahkematian.[8] Terdapat juga tema lainnya, seperti prasangka dan korupsi.[9]
Penerbit awal novel-novel Harry Potter adalah Bloomsbury di Britania Raya dan Scholastic Press di Amerika Serikat. Di samping itu, seri ini telah diterbitkan oleh berbagai penerbit di seluruh dunia, termasuk Indonesia, yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Keseluruhan novel, dengan novel ketujuh dibagi menjadi dua bagian, telah diadaptasi menjadi delapan seri film olehWarner Bros. Pictures, dan menjadi film seri paling sukses sepanjang masa. Seri Harry Potter juga telah menghasilkan berbagai merek dagang yang berhubungan dengan cerita, menjadikan merek Harry Potter bernilai lebih dari $15 milyar.[10] Selain itu, terkait dengan kesuksesan novel dan film-filmnya, Rowling telah menjadi penulis terkaya sepanjang sejarah kesusasteraan.[11]Harry Potter juga dijadikan sebagai tema taman hiburan seperti The Wizarding World of Harry Potter di Islands of Adventure,Universal Parks & Resorts.
Informasi lebih lanjut: Dunia Harry PotterPlot
[sunting]
Novel ini mengisahkan tentang Harry Potter, seorang anak laki-laki yatim piatu yang pada usia sebelas tahun mengetahui bahwa ia adalah seorang penyihir, hidup dalam dunia biasa non-sihir, atau Muggle.[12] Kemampuan sihirnya adalah bawaan dan ia diundang untuk menghadiri sekolah yang mengajarkan tentang keterampilan dan pengetahuan sihir.[13] Harry kemudian menjadi pelajar di Sekolah Sihir Hogwarts, dan disanalah sebagian besar kisah novel berlangsung. Di Hogwarts, Harry melalui masa-masa remajanya, ia belajar untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya: sihir, sosial dan emosional, termasuk permasalahan remaja biasa seperti cinta, persahabatan, dan ujian sekolah, serta ujian terbesar untuk mempersiapkannya dalam menghadapi konfrontasi yang ada di depannya.[14]
Setiap novel mengisahkan tentang satu tahun kehidupan Harry,[15] dengan peristiwa novel yang berlangsung antara tahun 1991-1998.[16]Kisah novel ini juga mengandung banyak kilas balik, yang sering dialami oleh Harry saat melihat kenangan karakter lain melalui benda sihir yang disebut Pensieve.
Lingkungan pengisahan yang dibuat oleh Rowling benar-benar terpisah dari realitas, namun masih terkait erat satu sama lainnya. Jikatanah fantasi Narnia adalah dunia alternatif dan Dunia Tengah Lord of the Rings adalah dunia magis, maka dunia sihir Harry Pottersecara paralel ada di dalam dunia nyata yang mengandung versi magis dari unsur-unsur biasa dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Harry Potter, banyak institusi dan lokasi yang dikenali, misalnya London.[17] Dunia Harry Potter terdiri dari sekumpulan jalan-jalan tersembunyi yang diabaikan manusia biasa, tempat minum kuno, puri di wilayah sepi, dan kastil terpencil yang tidak terlihat oleh populasi Muggle.[13]
Tahun-tahun awal [sunting]
Dalam bab pertama di novel pertama, Harry Potter dan Batu Bertuah, dikisahkan bahwa peristiwa yang luar biasa telah terjadi di dunia sihir, suatu peristiwa yang sangat luar biasa, bahkan para Muggle melihat tanda-tandanya. Latar belakang mengenai peristiwa luar biasa ini dan sosok Harry Potter diungkapkan secara bertahap sepanjang seri. Setelah bab pendahuluan, kisah novel melompat bertahun-tahun kemudian, saat sebelum ulang tahun kesebelas Harry Potter, dan pada titik ini, latar belakang Harry Potter mulai terungkap.
Kontak pertama Harry dengan dunia sihir adalah melalui seorang manusia setengah raksasa bernama Rubeus Hagrid, penjaga dan juru kunci di Hogwarts. Hagrid mengungkapkan tentang sejarah masa lalu Harry.[18] Melalui cerita Hagrid, Harry mengetahui bahwa saat ia bayi, ia menyaksikan pembunuhan orangtuanya oleh seorang penyihir hitam jahat bernama Lord Voldemort, yang kemudian juga berupaya untuk membunuhnya.[18] Untuk alasan yang tidak diketahui, mantra yang dilontarkan oleh Voldemort untuk membunuh Harry berbalik kepadanya. Harry selamat dengan menyisakan bekas luka berbentuk sambaran petir di dahinya sebagai bukti atas serangan tersebut, dan Voldemort menghilang. Setelah selamat dari serangan Voldemort, Harry menjadi seorang legenda hidup dalam dunia sihir. Namun, atas perintah dari seorang penyihir terhormat dan terkenal bernama Albus Dumbledore, Harry yang yatim piatu dititipkan pada kerabatMuggle nya yang tidak menyenangkan, keluarga Dursley. Keluarga Dursley bersedia untuk merawat Harry, namun memutuskan untuk merahasiakan hal-hal magis darinya dengan harapan bahwa Harry akan tumbuh "normal".[18]
Dengan bantuan Hagrid, Harry bersiap untuk menjalani tahun pertamanya di Hogwarts. Harry pun mulai menjelajahi dunia sihir, pembaca akan diperkenalkan pada berbagai lokasi utama yang digunakan di sepanjang seri. Harry bertemu dengan sebagian besar karakter utama dalam seri, termasuk dua tokoh yang kelak akan menjadi sahabat baiknya: Ron Weasley, seorang penyihir yang berasal dari keluarga penyihir murni, kuno, namun miskin, dan Hermione Granger, seorang penyihir cerdas yang berasal dari keluarga non-penyihir atau Muggle.[18][19] Di Hogwarts, Harry juga bertemu dengan guru ramuan Severus Snape, yang menunjukkan kebencian dan ketidaksukaannya pada Harry. Plot buku pertama diakhiri dengan konfrontasi antara Harry dan Lord Voldemort untuk kedua kalinya; Voldemort berupaya untuk memperoleh kembali keabadian dengan cara mendapatkan kekuatan dari Batu Bertuah, zat yang memberikannya kehidupan yang kekal, dan Harry beserta teman-temannya berusaha untuk menggagalkannya.[18]
Seri dilanjutkan dengan Harry Potter dan Kamar Rahasia, yang mengisahkan tentang tahun kedua Harry di Hogwarts. Harry dan teman-temannya menyelidiki misteri 50 tahun yang lalu terkait dengan peristiwa mencekam yang kembali terjadi di sekolah. Adik perempuan Ron, Ginny Weasley, menjalani tahun pertamanya di Hogwarts, dan menemukan sebuahbuku harian yang ternyata merupakan buku harian milik Voldemort saat ia masih bersekolah di Hogwarts. Ginny dikuasai oleh Voldemort melalui buku hariannya dan menuntunnya untuk membuka jalan ke "Kamar Rahasia", melepaskan monster kuno yang menyerang para siswa di Hogwarts. Novel ini menggali tentang sejarah Hogwarts dan legenda seputar Kamar Rahasia. Untuk pertama kalinya, Harry mengetahui bahwa prasangka rasial mengenai "darah murni" dan "darah kotor" juga ada dalam dunia sihir, dan bahwa saat Voldemort berkuasa, penyihir keturunan Muggle atau "berdarah campuran" sering dijadikan sasaran teror. Harry juga mengetahui bahwa ia bisa berbicara Parseltongue (bahasa ular), pemilik kemampuan tersebut sangat jarang dan sering dikaitkan dengan Ilmu Hitam. Novel ini berakhir setelah Harry menyelamatkan kehidupan Ginny dengan membunuhBasilisk dan menghancurkan buku harian tersihir yang menjadi sumber masalah.
Novel ketiga, Harry Potter dan Tawanan Azkaban, mengisahkan tentang tahun ketiga Harry di Hogwarts. Ini adalah satu-satunya novel Harry Potter yang tidak menampilkan Voldemort dalam ceritanya. Sebaliknya, Harry mengetahui bahwa ia menjadi target Sirius Black, seorang pembunuh yang melarikan diri dari penjara sihir, dan diyakini ikut terlibat dalam kematian orangtua Harry. Setelah Harry dilemahkan oleh dementor – makhluk sihir hitam yang memiliki kekuatan untuk melahap jiwa manusia – yang ditempatkan di Hogwarts untuk melindungi sekolah, Harry bertemu dengan Remus Lupin, guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam yang kemudian terungkap bahwa ia merupakan manusia serigala. Lupin mengajarkan Harry langkah-langkah pertahanan tingkat atas terhadap sihir hitam, terutama dementor, yang umumnya belum dipelajari oleh siswa seusianya. Harry kemudian mengetahui bahwa Lupin dan Black dahulunya adalah sahabat ayahnya, dan Black dijebak oleh teman mereka yang lainnya, Peter Pettigrew.[20] Dalam novel ini, terungkap bahwa tidak satupun guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam yang bertahan lebih dari satu tahun ajaran, dan hal ini selanjutnya berulang dalam novel-novel berikutnya.
Kembalinya Voldemort [sunting]
Selama tahun keempat Harry di Hogwarts (dikisahkan dalam Harry Potter dan Piala Api), Harry secara tidak terduga terpilih sebagai peserta Turnamen Triwizard; kontes sihir berbahaya di mana Harry harus bersaing melawan penyihir-penyihir "jagoan" dari sekolah-sekolah sihir lainnya, dan juga siswa dari Hogwarts sendiri.[21] Selama turnamen, Harry dipandu oleh Profesor Alastor "Mad-Eye" Moody, yang kemudian diketahui adalah seorang penipu –salah satu pendukung Voldemort bernama Barty Crouch, Jr yang menyamar. Pada titik ini, terjadi pergeseran pengisahan dari yang sebelumnya hanya berupa firasat, dugaan, dan ketidakpastian, menjadi suatu konflik terbuka. Rencana Voldemort dengan menyusupkan Crouch ke dalam turnamen untuk membawa Harry padanya berhasil. Meskipun pada akhirnya Harry berhasil lolos dari Voldemort, Cedric Diggory, wakil Hogwarts lainnya dalam Turnamen Triwizard, terbunuh, dan Voldemort kembali memasuki dunia sihir dengan fisik utuh.
Dalam buku kelima, Harry Potter dan Orde Phoenix, Harry kembali berhadapan dengan Voldemort yang baru bangkit. Dalam menanggapi kemunculan Voldemort, Dumbledore kembali mengaktifkan Orde Phoenix, yaitu perkumpulan rahasia yang bergiat dari rumah keluargaSirius Black yang bertujuan untuk menghadapi pelahap maut Voldemort dan melindungi siapapun yang menjadi target Voldemort, terutama Harry. Meskipun Harry dan Dumbledore telah menjelaskan tentang kembalinya Voldemort, Kementerian Sihir dan kebanyakan masyarakat sihir lainnya menolak mempercayai bahwa Voldemort telah kembali.[22] Dalam upaya untuk melawan dan mendiskreditkan Dumbledore, Kementerian menunjuk Dolores Umbridge sebagai Inkuisitor Agung Hogwarts. Umbridge lalu mengubah Hogwarts menjadi rezim diktator dan melarang siswa mempelajari cara-cara untuk mempertahankan diri dalam melawan sihir hitam.[22]
Harry kemudian membentuk "Laskar Dumbledore", sebuah kelompok belajar rahasia di mana Harry bertugas untuk mengajari teman-temannya keterampilan sihir Pertahanan terhadap Ilmu Hitam tingkat tinggi yang telah ia pelajari. Harry mengetahui bahwa ada ramalan penting mengenai dirinya dan Voldemort, dan ramalan inilah yang telah memicu Voldemort untuk membunuh orang tua Harry.[23] Harry juga mengetahui bahwa ia dan Voldemort memiliki koneksi yang tidak diinginkan, dan menyakitkan setiap kali koneksi itu muncul, yang membuat Harry bisa menyaksikan tindakan Voldemort secara telepati. Dalam klimaks novel ini, Harry dan teman-temannya bertempur secara langsung menghadapi Pelahap Maut. Meskipun kedatangan tepat waktu para anggota Orde Phoenix menyelamatkan nyawa Harry dan teman-temannya, Sirius Black terbunuh dalam pertarungan ini.[22]
Dalam buku keenam, Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran, Voldemort mulai melancarkan perang terbuka. Di Hogwarts, Harry dan teman-temannya yang beranjak remaja secara relatif terlindungi dari bahaya. Mereka terlibat dalam berbagai permasalahan remaja, dan Harry akhirnya mulai berkencan dengan Ginny Weasley. Di awal-awal cerita, Harry menemukan buku ramuan tua yang penuh dengan coretan dan instruksi-instruksi tidak resmi dari sang pemilik buku yang misterius; si "Pangeran Berdarah Campuran". Buku ini dengan cepat menjadi sumber kesuksesan Harry dalam kelas ramuan, namun karena berbagai mantra ilegal yang tertulis di dalamnya, buku ini juga menjadi sumber kekhawatiran, terutama dari Hermione. Pada tahun ini, Harry juga mengikuti pelajaran privat dengan Dumbledore, yang menunjukkan pada Harry berbagai kenangan tentang kehidupan awal Voldemort. Selama pelajaran privatnya, terungkap bahwa untuk mempertahankan hidupnya, Voldemort telah membagi jiwanya menjadi potongan-potongan, menciptakan serangkaian horcrux, benda dengan kekuatan jahat yang tersembunyi di berbagai lokasi, dan salah satunya adalah buku harian yang dihancurkan Harry dalam buku kedua.[24] Musuh Harry yang arogan, Draco Malfoy, berusaha untuk membunuh Dumbledore di sepanjang novel. Upaya Malfoy ini memuncak dengan terbunuhnya Dumbledore oleh Profesor Snape; si "Pangeran Berdarah Campuran" yang sebenarnya.
Novel terakhir dalam seri, Harry Potter dan Relikui Kematian, dimulai langsung setelah peristiwa dalam buku keenam. Voldemort sukses menguasai dan mengontrol Kementerian Sihir. Harry, Ron, dan Hermione memutuskan untuk tidak kembali ke Hogwarts dan memulai upaya mereka untuk menemukan dan menghancurkan horcrux Voldemort yang tersisa. Untuk memastikan keselamatan mereka sendiri serta keluarga dan teman-teman mereka, ketiganya terpaksa mengisolasi diri mereka di lokasi-lokasi yang tidak terlacak. Dalam petualangan mereka mencari horcrux, mereka bertiga mengetahui detil tentang masa lalu Dumbledore, tentang benda lainnya yang disebut hallow yang bisa digunakan untuk menangkal horcrux, serta motif Snape yang sebenarnya – ia bekerja untuk Dumbledore sejak pembunuhan ibu Harry.
Buku ketujuh ini memuncak dalam Pertempuran Hogwarts. Harry, Ron, dan Hermione beserta anggota Orde Phoenix, para guru, dan siswa Hogwarts, bertempur untuk mempertahankan Hogwarts dari Voldemort, Pelahap Mautnya, dan berbagai makhluk gaib. Beberapa karakter utama tewas dalam pertempuran gelombang pertama. Setelah mengetahui bahwa ia sendiri adalah horcrux, Harry menyerahkan dirinya kepada Voldemort, yang melontarkan kutukan maut padanya. Namun, para pejuang Hogwarts tidak menyerah. Meskipun mereka meyakini bahwa Harry telah tewas, mereka terus berjuang. Harry, yang sebenarnya berhasil kembali dari situasi antara hidup dan kematian dan kemudian berpura-pura mati, akhirnya menghadapi Voldemort, yang semua horcruxnya telah hancur. Dalam pertempuran berikutnya, Voldemort terbunuh oleh kutukannya sendiri yang berbalik. Di akhir novel, terdapat sebuah epilog yang menceritakan tentang kehidupan para karakter yang bertahan hidup dan keberlangsungan dunia sihir.
Karya tambahan [sunting]
Rowling telah memperluas dunia Harry Potter dengan menulis beberapa buku singkat yang diproduksi untuk berbagai kegiatan amal.[25][26] Pada tahun 2001, Rowling merilisHewan-Hewan Fantastis dan Di Mana Mereka Bisa Ditemukan (buku teks Hogwarts yang diakui) dan Quidditch dari Masa ke Masa (buku yang dibaca Harry sebagai selingan). Hasil dari penjualan dua buku tersebut disumbangkan kepada badan amal Comic Relief.[27] Pada tahun 2007, Rowling menerbitkan tujuh salinan tulisan tangan dari Kisah-Kisah Beedle si Juru Cerita, kumpulan dongeng penyihir yang disebutkan dalam novel terakhir. Hasil penjualan buku ini digunakan untuk membantu Children's High Level Group, badan amal yang menyediakan dana bagi anak-anak dengan keterbelakangan mental di negara-negara miskin. Buku ini diterbitkan secara internasional pada tanggal 4 Desember 2008.[28][29] Rowling juga menulis sebuah prekuel sepanjang 800 kata pada tahun 2008 sebagai bagian dari kampanye pengumpulan dana yang diselenggarakan oleh penjual bukuWaterstones.[30] Ketiga buku di atas berisi informasi tambahan tentang dunia sihir yang tidak dijelaskan dalam novel aslinya. Pada tahun 2011, Rowling meluncurkan situs webuntuk proyek barunya yang disebut Pottermore.[31] Pottermore dibuka untuk umum pada 14 April 2012.[32] Pottermore ini memungkinkan pengguna untuk diseleksi, dipilih menurut tongkat sihir mereka, dan memainkan berbagai permainan mini. Tujuan utama dari situs web ini adalah mengajak pengguna untuk berpetualang ke sepanjang cerita dengan akses ke konten-konten yang tidak diungkapkan oleh Rowling sebelumnya, dengan lebih dari 18.000 kata konten tambahan.[33]
Struktur dan genre [sunting]
Novel-novel Harry Potter tergolong ke dalam genre sastra fantasi, namun, dalam banyak hal novel-novel ini juga bisa dikategorikan bildungsromans, atau novel transisi usia,[34] serta juga mengandung unsur-unsur seperti misteri, petualangan, thriller, dan roman. Harry Potter dianggap sebagai bagian dari kisah-kisah mengenai sekolah asrama anak di Inggris, sama seperti Stalky & Co. Rudyard Kipling, Malory Towers nya Enid Blyton, seri St. Clare dan Naughtiest Girl, serta Billy Bunter karya Frank Richards. Novel-novel Harry Potterberlatar tempat di Hogwarts, sebuah sekolah asrama fiksi untuk para penyihir di Inggris, dengan kurikulumnya yang mengajarkan tentang pendidikan sihir.[35] Secara tidak langsung, Harry Potter dipengaruhi oleh Tom Brown's School Days karya Thomas Hughes dan novel-novel era Victoria dan Edwardian lainnya yang menceritakan tentang kehidupan di sekolah publik Britania.[36][37] Menurut Stephen King, Harry Potter adalah "cerita misteri yang cerdik",[38] dan masing-masing novel dikembangkan dengan pendekatan misteripetualangan bergaya Sherlock Holmes. Cerita dikisahkan dari sudut pandang orang ketiga tunggal, kecuali dalam beberapa bab (misalnya dalam bab pertama Harry Potter dan Batu Bertuah, Piala Api, dan dua bab pertama Pangeran Berdarah Campuran).
Di tengah-tengah cerita di masing-masing novel, Harry menemui berbagai masalah dan melanggar berbagai peraturan sekolah saat berupaya untuk memecahkan permasalahan tersebut. Jika ada siswa yang tertangkap melanggar peraturan sekolah, maka mereka akan dihukum oleh profesor Hogwarts. Penggunaan hukuman ini sering ditemui dalam novel-novel dengan sub-genre sekolah berasrama.[35] Namun, cerita di masing-masing novel selalu mencapai klimaksnya pada waktu musim panas, mendekati atau setelah diselenggarakannya ujian akhir, dan Harry harus berhadapan dengan Voldemort atau salah satu Pelahap Maut nya, dengan taruhan hidup dan mati. Seiring dengan perkembangan seri, satu atau lebih karakter tewas dalam empat novel terakhir.[39][40] Sebagai dampaknya, Harry mulai mempelajari pelajaran-pelajaran penting melalui eksposisi dan berdiskusi dengan kepala sekolah sekaligus mentornya, Albus Dumbledore.
Dalam novel terakhir, Harry Potter dan Relikui Kematian, Harry dan teman-temannya menghabiskan sebagian besar waktu mereka jauh dari Hogwarts, dan hanya kembali ke sana untuk menghadapi Voldemort di bab-bab terakhir novel.[39] Untuk melengkapi format bildungsroman, dalam novel ini Harry mulai tumbuh dewasa, kehilangan kesempatan untuk menjalani tahun terakhirnya sebagai murid di Hogwarts, harus bertindak sebagai orang dewasa, dan masyarakat di dunia sihir bergantung pada keputusannya.[41]
Tema [sunting]
Menurut Rowling, tema utama dalam seri Harry Potter adalah kematian: "Buku saya sebagian besar tentang kematian. Dibuka dengan kematian orang tua Harry. Ada obsesi Voldemort untuk menaklukkan kematian dan menemukan keabadian dengan harga apapun, tujuan setiap orang yang memiliki kemampuan sihir. Saya jadi mengerti kenapa Voldemort ingin mengalahkan kematian. Kita semua takut pada hal itu."[8]
Para akademisi dan jurnalis telah mengembangkan penafsiran lain yang terkait dengan tema dalam novel, beberapa di antaranya lebih kompleks daripada yang lain, dan beberapa yang lainnya juga menyatakan terdapat tema politik. Tema-tema seperti normalitas, penindasan, kelangsungan hidup, dan pemaksaan kehendak dianggap sebagai tema lazim yang terdapat di seluruh seri.[42] Selain itu, tema tentang perjalanan menuju masa remaja dan penderitaan juga terdapat dalam novel.[43] Rowling sendiri menyatakan bahwa bukunya terdiri dari "argumen berkepanjangan untuk toleransi, permohonan berkepanjangan untuk mengakhiri kefanatikan", dan juga untuk menyampaikan pesan mengenai "permasalahan kebijaksanaan dan... tidak mengasumsikan bahwa pemaksaan dan tekanan akan memberitahumu seluruh kebenaran".[44]
Tema lainnya yang bisa ditemukan dalam novel adalah kekuasaan/penyalahgunaan kekuasaan, cinta, prasangka, dan pilihan bebas. Tema-tema ini, menurut Rowling, "sangat mengakar kuat di seluruh plot cerita"; penulis lebih suka membiarkan tema "tumbuh secara alami", daripada berusaha untuk menyampaikan ide-ide tersebut kepada para pembaca.[9] Tema lainnya yang selalu ada dalam cerita adalah masa remaja. Menurut Rowling, penggunaan tema ini bertujuan untuk menggambarkan perkembangan seksualitas karakternya dan tidak membiarkan Harry "terjebak dalam situasi pra-remaja permanen".[45] Rowling menyatakan bahwa menurutnya, signifikansi tema moral dalam cerita tampak "jelas menyilaukan". Kunci cerita menurut Rowling adalah pilihan antara apa yang benar dan apa yang mudah, "karena hal itu... adalah bagaimana tirani dimulai, dengan orang-orang apatis yang mengambil rute mudah dan tiba-tiba menemukan dirinya dalam kesulitan besar."[46]
Penciptaan dan publikasi [sunting]
Pada tahun 1990, Rowling berada di kereta yang penuh sesak dari Manchester ke London ketika ide mengenai Harry tiba-tiba "jatuh ke kepalanya". Rowling memberikan penjelasan tentang pengalamannya di situs webnya:[47]
| “ | Saya telah menulis hampir tanpa jeda sejak umur enam tahun tapi sebelumnya saya tidak pernah merasa begitu bergairah akan suatu gagasan. Saya hanya duduk dan berpikir, selama empat jam (menunggu keterlambatan kereta api), dan semua detil bermunculan di otak saya, dan anak laki-laki kurus berambut hitam dan berkaca mata yang tidak menyadari bahwa ia adalah seorang penyihir semakin lama semakin nyata bagi saya. | ” |
Rowling menyelesaikan Harry Potter dan Batu Bertuah pada tahun 1995 dan naskah novel itu dikirimnya pada beberapa agen penerbitan.[48] Agen kedua yang dikiriminya naskah, Christopher Little, menawarkan untuk mewakilinya mengirimkan naskah tersebut pada penerbitBloomsbury. Setelah ditolak oleh delapan penerbit, Bloomsbury akhirnya menawari Rowling uang muka sebesar £2.500 untuk menerbitkan novel tersebut.[49][50] Meskipun Rowling menyatakan bahwa ia tidak memiliki target khusus mengenai usia pembacanya ketika ia mulai menulis buku-buku Harry Potter, penerbit pada awalnya menetapkan target pembacanya adalah anak-anak yang berusia antara sembilan hingga sebelas tahun.[51] Pada malam sebelum penerbitan, Rowling diminta oleh penerbitnya untuk menggunakan nama pena yang lebih netral-gender, supaya dapat menarik anak laki-laki dalam jangkauan umur tersebut, karena mereka khawatir bahwa anak laki-laki tidak akan tertarik membaca novel yang mereka ketahui ditulis oleh seorang wanita. Ia memilih untuk menggunakan nama J. K. Rowling (Joanne Kathleen Rowling), menggunakan nama neneknya sebagai nama keduanya karena ia tidak memiliki nama tengah.[50][52]
Harry Potter and the Philosopher's Stone diterbitkan oleh Bloomsbury, penerbit semua buku-buku Harry Potter di Britania Raya, pada tanggal 30 Juni 1997.[53] Novel ini diterbitkan di Amerika Serikat pada 1 September 1998 oleh Scholastic, yang menerbitkannya dengan judul Harry Potter and the Sorcerer's Stone,[54] setelah sebelumnya Rowling menerima bayaran sebesar US$105.000 untuk hak penerbitan di Amerika Serikat – harga yang sangat luar biasa bagi sebuah buku anak-anak yang dikarang oleh pengarang yang tidak dikenal pada saat itu.[55] Khawatir bahwa para pembaca di Amerika tidak akan mengerti kata "philosoper" atau tidak menganggapnya sebagai tema magis (meskipun "Philosoper's Stone" atau batu filsuf terkait dengan alkimia), Scholastic bersikeras untuk mengganti judul novel tersebut menjadi Harry Potter and the Sorcerer's Stone untuk pasar Amerika.
Buku kedua, Harry Potter dan Kamar Rahasia, awalnya diterbitkan di Britania Raya pada tanggal 2 Juli 1998 dan di AS pada 2 Juni 1999. Harry Potter dan Tawanan Azkabankemudian diterbitkan setahun kemudian di Britania Raya pada 8 Juli 1999, dan di Amerika Serikat pada 8 September 1999.[56] Harry Potter dan Piala Api diterbitkan pada 8 Juli 2000 di waktu yang bersamaan oleh Bloomsbury dan Scholastic.[57] Harry Potter dan Orde Phoenix adalah buku terpanjang dalam seri, dengan tebal 766 halaman dalam versi Inggris dan 870 halaman dalam versi Amerika Serikat.[58] Orde Phoenix diterbitkan secara serentak di negara-negara yang berbahasa Inggris pada tanggal 21 Juni 2003.[59] Dua tahun kemudian, Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran diterbitkan pada 16 Juli 2005, dan terjual sebanyak 9 juta eksemplar dalam waktu 24 jam setelah perilisannya di seluruh dunia.[60][61] Buku ketujuh sekaligus yang terakhir, Harry Potter dan Relikui Kematian, diterbitkan pada 21 Juli 2007.[62] Buku ini terjual sebanyak 11 juta eksemplar dalam 24 jam pertama setelah perilisannya, dengan rincian 2,7 juta eksemplar di Britania Raya dan 8,3 juta eksemplar di Amerika Serikat.[61]
Terjemahan [sunting]
Seri ini telah diterjemahkan ke dalam 67 bahasa,[2][63] menjadikan Rowling sebagai salah satu penulis yang karyanya paling banyak diterjemahkan dalam sejarah.[64] Seri Harry Potter telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa yang beragam seperti Azerbaijan, Ukraina, Arab, Urdu, Hindi, Bengali, Wales, Afrikaans, Albania, Latvia dan Vietnam. Volume pertama telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan bahkan Yunani Kuno,[65] menjadikannya sebagai karya terpanjang yang diterbitkan dalam bahasa Yunani Kuno sejak novel Heliodorus of Emesa pada abad ke-3 M.[66]
Beberapa penerjemah yang disewa untuk menggarap novel-novel Harry Potter adalah penulis-penulis terkenal sebelum mereka menerjemahkan Harry Potter, misalnya Viktor Golyshev, yang menangani terjemahan Rusia untuk buku kelima. Terjemahan bahasa Turki untuk buku kedua sampai ketujuh dilakukan oleh Sevin Okyay, seorang kritikus sastra populer dan komentator budaya.[67] Untuk alasan kerahasiaan, terjemahan hanya dapat dimulai ketika novel yang ber bahasa Inggris sudah dirilis, dengan demikian ada jeda beberapa bulan sebelum novel diterjemahkan ke dalam bahasa lain. Hal ini menyebabkan semakin banyaknya salinan dari edisi bahasa Inggris yang dijual kepada penggemar yang tidak sabaran di negara-negara non-bahasa Inggris. Di Perancis, karena tingginya minat untuk membaca buku kelima ini, Orde Phoenix edisi bahasa Inggris menjadi buku berbahasa Inggris pertama yang menempati peringkat atas dalam daftar buku terlaris di Perancis.[68]
Edisi Amerika Serikat telah disesuaikan dengan bahasa Inggris Amerika agar buku-buku ini lebih dimengerti oleh khalayak muda Amerika.[69] Di Indonesia, keseluruhan buku-bukuHarry Potter diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama dan diterjemahkan oleh Listiana Srisanti.[70]
Penyelesaian seri [sunting]
Pada bulan Desember 2005, Rowling menyatakan dalam situs web-nya: "2006 akan menjadi tahun ketika saya menulis buku terakhir dalam seri Harry Potter."[71] Perkembangannya kemudian diumumkan dalam buku harian online-nya, yang mengabarkan kemajuannya dalam menulis Harry Potter dan Relikui Kematian, dengan tanggal perilisan 21 Juli 2007. Buku terakhir ini selesai pada tanggal 11 Januari 2007 di Hotel Balmoral, Edinburgh. Rowling menuliskan pesan di bagian belakang patung Hermes, yang berbunyi: "J. K. Rowling selesai menulis Harry Potter dan Relikui Kematian di kamar ini (552) pada tanggal 11 Januari 2007."[72]
Rowling sendiri telah menyatakan bahwa bab terakhir dari buku terakhir (epilog) selesai "kira-kira tahun 1990".[73][74] Pada bulan Juni 2006, Rowling, dalam sebuah acara talk show Inggris, Richard & Judy, mengumumkan bahwa beberapa bab telah dimodifikasi karena salah satu karakter "mendapat penangguhan hukuman" dan dua karakter lainnya yang sebelumnya selamat harus tewas. Pada 28 Maret 2007, gambar sampul novel terakhir untuk edisi dewasa dan anak-anak penerbit Bloomsbury serta Scholastic dirilis.[75][76]
Prestasi [sunting]
Dampak budaya [sunting]
Untuk detail lebih lanjut tentang topik ini, lihat Fandom Harry Potter.
Penggemar seri Harry Potter yang sangat bersemangat dan tidak sabar menunggu seri terbaru keluar di toko-toko buku di seluruh dunia mulai mengadakan acara-acara yang bertepatan dengan peluncuran tengah malam buku terbaru, yang dimulai saat peluncuran Harry Potter dan Piala Api pada tahun 2000. Acara-acara yang diselenggarakan antara lain parade kostum, permainan, lukisan wajah, dan acara hiburan langsung lainnya. Ini turut memberikan kontribusi terhadap tingginya popularitas penggemar Potter dan sukses menarik penggemar untuk membeli buku; hampir sembilan juta dari 10,8 juta eksemplar cetakan pertama Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran terjual dalam 24 jam setelah peluncurannya.[77][78] Novel terakhir, Harry Potter dan Relikui Kematian, menjadi buku dengan penjualan tercepat dalam sejarah, terjual sekitar 11 juta eksemplar dalam 24 jam pertama peluncurannya.[79] Seri Harry Potter juga sukses mengumpulkan penggemar dewasa, yang menyebabkan setiap novel Harry Potter diterbitkan dalam dua versi, dengan teks yang sama, namun sampul berbeda, yaitu versi dewasa dan versi anak-anak.[80] Selain mengadakan pertemuan online melalui situs penggemar, blog, dan podcast, penggemar-penggemar setia Harry Potter juga bisa bertemu dalam simposium Harry Potter. Kata Muggle telah menyebar keluar dunia Harry Potter, menjadi salah satu katabudaya populer yang tercantum dalam Oxford English Dictionary.[81] Fandom Harry Potter juga mengadakan podcast secara reguler, biasanya setiap minggu, dengan diskusi-diskusi terbaru dalam fandom. MuggleCast dan PotterCast[82] meraih posisi teratas dalam peringkat podcastiTunes dan menurut hasil jajak pendapat merupakan salah satu dari 50 podcast terfavorit.[83]
Kesuksesan komersial [sunting]
Popularitas seri Harry Potter juga telah menghasilkan kesuksesan komersial bagi Rowling, penerbit, dan pemegang izin Harry Potter terkait lainnya. Kesuksesan ini menjadikan Rowling sebagai penulis pertama yang menjadi miliarder.[84] Novel-novel Harry Potter telah terjual lebih dari 450 juta kopi di seluruh dunia dan telah diadaptasi ke dalam film-film populer yang diproduksi oleh Warner Bros., yang menjadi film seri tersukses sepanjang masa.[3][85] Film-film ini juga telah menghasilkan delapan permainan video dan menyebabkan lahirnya lisensi lebih dari 400 produk tambahan lainnya yang terkait dengan Harry Potter, termasuk sebuah iPod. Merek dagang Harry Potter diperkirakan bernilai sebesar $15 milyar.[10]
Tingginya permintaan terhadap buku-buku Harry Potter memotivasi New York Times untuk membuat daftar buku terlaris yang terpisah untuk sastra anak pada tahun 2000, tepat sebelum perilisan Harry Potter dan Piala Api. Pada 24 Juni 2000, novel-novel Rowling bertengger selama 79 minggu berturut-turut dalam daftar buku terlaris New York Times; tiga novel pertama masing-masingnya menempati daftar buku hardcover terlaris.[86] Pada tanggal 12 April 2007, Barnes & Noble mengungkapkan bahwaRelikui Kematian telah memecahkan rekor pra-pemesanan, dengan lebih dari 500.000 eksemplar buku yang dipesan melalui situs mereka.[87] Untuk perlisan Piala Api, sebanyak 9.000 truk FedEx digunakan tanpa tujuan lain selain untuk mendistribusikan buku.[88] Amazon.com dan Barnes & Noble telah menjual lebih dari 700.000 eksemplar buku.[88] Di Amerika Serikat, buku tersebut awalnya dicetak sebanyak 3,8 juta eksemplar, memecahkan rekor percetakan pada saat itu.[88] Statistik rekor ini dipecahkan oleh Harry Potter dan Orde Phoenix tiga tahun kemudian, yang dicetak sebanyak 8,5 juta eksemplar, dan kemudian dipecahkan lagi oleh Pangeran Berdarah Campuran (10,8 juta eksemplar).[89] 6.9 juta eksemplar Pangeran Berdarah Campuran terjual di AS dalam 24 jam setelah perilisannya, sedangkan di Britania Raya lebih dari dua juta eksemplar terjual di hari pertamanya.[90] Cetak awal di AS untuk Relikui Kematian adalah 12 juta eksemplar, dan lebih dari satu juta pra-pemesanan yang dipesan melalui Amazon dan Barnes & Noble.[91]
Penghargaan dan pengakuan [sunting]
Seri Harry Potter telah menerima sejumlah penghargaan sejak dipublikasikannya Batu Bertuah pada tahun 1997, termasuk empat Whitaker Platinum Book Awards (semuanya diraih pada tahun 2001),[92] tiga Nestlé Smarties Book Prize (1997–1999),[93] dua Scottish Arts Council Book Awards (1999 dan 2001),[94] Whitbread Children's Book of the Year Award (1999),[95] WHSmith Book of the Year (2006),[96] dan lain sebagainya. Pada tahun 2000, Harry Potter dan Tawanan Azkaban dinominasikan untuk Hugo Award for Best Novel, dan pada tahun 2001, Harry Potter dan Piala Api memenangkan penghargaan tersebut.[97] Penghargaan lainnya di antaranya Carnegie Medal (1997),[98] Guardian Children's Award (1998), dan menempati sejumlah daftar seperti buku terkemuka, pilihan editor, dan buku terbaik dalam American Library Association, The New York Times, Chicago Public Library, dan Publishers Weekly.[99]
Sebuah studi pada tahun 2004 menemukan bahwa buku-buku seri Harry Potter secara umum dibacakan di sekolah-sekolah dasar di San Diego County, California.[100] Berdasarkan hasil jajak pendapat online pada 2007, National Education Association di Amerika Serikat menempatkan seri Harry Potter dalam "Top 100 Buku untuk Anak-Anak."[101] Tiga buku (Batu Bertuah, Tawanan Azkaban dan Piala Api) merupakan buku-buku yang menempati daftar "Top 100 Chapter Books" sepanjang masa dalam jajak pendapat pada tahun 2012 yang dilakukan oleh School Library Journal School Library Journal.[102]
Penerimaan [sunting]
Kritik sastra [sunting]
Sejak awal penerbitannya, Harry Potter mendapat tinjauan positif dari para kritikus. Saat dipublikasikannya buku pertama, Harry Potter dan Batu Bertuah menarik perhatian surat kabar Skotlandia seperti The Scotsman, yang menyatakan bahwa itu "semua bakat klasik",[103] dan The Glasgow Herald, yang menyebutnya "barang Magis".[103] Segera setelah itu, surat kabar Inggris mulai bergabung, lebih dari satu surat kabar membandingkannya dengan karya Roald Dahl: The Mail on Sunday menilainya sebagai "debut paling imajinatif sejak Roald Dahl",[103] pandangan yang sama juga ditulis oleh The Sunday Times ("perbandingannya dengan Dahl adalah, sama-sama imajinatif"),[103] sedangkan The Guardian menyebutnya sebagai "novel bertekstur kaya yang ditumpangi oleh kejenakaan."[103]
Pada saat diterbitkannya buku kelima, Harry Potter dan Orde Phoenix, buku-buku Harry Potter mulai menerima kritik keras dari sejumlah pakar sastra. Profesor Yale, sarjana sastra dan kritikus Harold Bloom mengkritik buku tersebut sebagai sastra, mengatakan: "pikiran Rowling begitu diatur oleh klise dan metafora yang mati sehingga ia tidak memiliki gaya penulisan lain."[104]A. S. Byatt menulis sebuah artikel op-ed di New York Times, menyebut dunia Rowling sebagai "dunia sekunder, terbuat dari motif derifatif cerdas dari segala jenis sastra anak... ditulis untuk orang-orang yang hidupnya imajinatif, yang terbatas pada kartun TV, opera sabun, realitas TV dan gosip selebriti yang berlebih-lebihan."[105]
Michael Rosen, seorang novelis dan penyair, menyatakan bahwa buku-buku Rowling tidak cocok untuk anak-anak, yang tidak akan mampu memahami temanya yang kompleks. Rosen juga menyatakan bahwa "JK Rowling tak lebih dari seorang penulis dewasa."[106] Kritikus Anthony Holden menulis di The Observer berdasarkan pengalamannya dalam menilai Harry Potter dan Tawanan Azkaban untuk Whitbread Awards 1999. Pandangannya secara keseluruhan mengenai seri Harry Potter adalah negatif – "saga Potter pada dasarnya merendahkan, konservatif, sangat derivatif, nostalgia bagi Inggris masa lampau", dan ia menyatakan bahwa seri itu "biasa saja, dengan gaya prosa yang tidak gramatikal".[107] Ursula Le Guin menyatakan: "Saya tidak punya pendapat hebat mengenai seri itu. Saat begitu banyak orang dewasa yang mengkritik tentang 'orisinalitas luar biasa' dari buku Harry Potter pertama, saya membacanya untuk mengetahui apa yang diributkan itu, dan tetap agak bingung; tampak seperti fantasi anak-anak yang disilangkan dengan "novel sekolah", baik untuk kelompok usia, namun gayanya biasa, imajinatif derivatif, dan secara etis agak kejam."[108]
Sebaliknya, penulis Fay Weldon mengakui bahwa seri ini "tidak seperti yang diharapkan penyair", namun melanjutkan dengan mengatakan: "tapi ini bukan puisi, ini untuk dibaca, untuk dijual, hiburan sehari-hari, dan prosa yang hebat".[109] Kritikus sastra A. N. Wilson memuji seri Harry Potter di The Times, menyatakan: "Tidak banyak penulis yang memiliki kemampuan Dickensian seperti JK yang akan membuat kita membalik halaman, menangis terang-terangan, dengan air mata meleleh-dan beberapa halaman kemudian kita tertawa, karena lelucon yang bagus... Kita telah hidup sepanjang satu dekade untuk membaca cerita anak-anak yang paling lucu, paling menyeramkan, dan paling mengharukan yang pernah ditulis."[110] Charles Taylor dari Salon.com, yang pada dasarnya adalah seorang kritikus film,[111] secara khusus menentang pendapat Byatt. Ia mengakui bahwa seri mungkin memiliki "poin budaya yang berkisah mengenai sampah budaya pop dan jauh dari kompleksitas seni",[112] namun Taylor menolak pendapat Byatt yang menyatakan bahwa seri ini bukanlah sastra, dan bahwa kesuksesannya hanyalah karena kisah masa kanak-kanak yang ditawarkannya. Taylor menekankan tema gelap dari seri, yang ditunjukkan oleh pembunuhan teman sekolah dan teman dekatnya, serta luka psikologis dan pengucilan sosial yang memicunya. Taylor juga berpendapat bahwa Batu Bertuahadalah yang paling 'terang' dari ketujuh buku yang diterbitkan, dan menolak bahwa kisah masa kanak-kanak – yang menurut Byatt – memacu kesuksesan seri: misalnya, kisah buku pertama dibuka dengan berita tentang pembunuhan ganda orangtua Harry, yang mana hal ini jauh dari tema anak-anak.[112]
Stephen King menyebut seri Harry Potter sebagai "sebuah prestasi yang hanya mampu dicapai oleh seseorang dengan imajinasi unggul", dan menyatakan bahwa "Rowling bermain kata-kata, memiringkan selera humor" menjadi "luar biasa". Namun, ia menulis bahwa meskipun ceritanya "bagus", ia "sedikit kesal karena mengetahui kalau Harry harus berada di rumah bibi dan pamannya yang mengerikan", kisah awal yang ditampilkan dalam ketujuh buku.[38] King juga bercanda dengan menyatakan bahwa "Rowling tidak pernah menemukan adverb yang tidak ia sukai!". King memprediksi bahwa Harry Potter "akan bertahan sepanjang waktu dan berakhir di rak buku di mana hanya yang terbaik yang akan disimpan; saya pikir Harry akan menempati tempat yang sama dengan Alice, Huck, Frodo, dan Dorothy, dan ini adalah salah satu seri yang tidak hanya akan bertahan sepanjang dekade, tapi sepanjang masa."[113]
Dampak sosial [sunting]
Meskipun majalah Time menempatkan Rowling di posisi kedua Person of the Year pada tahun 2007, tidak ada inspirasi sosial, moral, dan politik yang diberikan Rowling kepada penggemarnya.[114] Kritikus buku Washington Post, Ron Charles, berpendapat pada Juli 2007 bahwa sejumlah besar orang dewasa membaca seri Potter, namun hal ini tidak hanya dialami oleh Harry Potter, buku-buku lainnya juga mewakili "kasus buruk budaya kekanak-kanakan", dan berpendapat bahwa tema "baik vs jahat" dalam seri ini sangat "kekanak-kanakan". Ia juga berpendapat "bukan salah Rowling" jika terjadi histeria budaya dan pemasaran yang ditandai dengan publikasi buku-buku berikutnya dengan "anak-anak dan orang dewasa yang mengantri di stadion besar, sikap media massa-lah yang menyebabkan tidak ada novel lainnya yang dapat menghasilkan publikasi sebesar itu".[115]
Pustakawan Nancy Knapp mengungkapkan bahwa seri ini berpotensi untuk meningkatkan angka melek huruf dengan memotivasi anak-anak untuk membaca lebih sering.[116]Sepakat dengan Knapp, Diane Penrod juga memuji pencampuran antara hiburan sederhana dengan "kualitas fiksi sastra yang cerdas" dalam buku, namun mengungkapkan keprihatinannya atas efek mengganggu dari produksi pernak-pernik yang menyertai peluncuran buku.[117]
Jennifer Conn menggunakan metode mengajar Snape dan pelatih Quidditch Madam Hooch sebagai contoh mengenai apa yang harus dihindari dan apa yang harus ditiru dalam proses mengajar,[118] dan Joyce Fields menulis bahwa buku-buku Harry Potter memuat empat dari lima topik utama dalam kelas sosiologi tahun pertama: "konsep sosiologi, termasuk budaya, masyarakat, dan sosialisasi; stratifikasi dan ketimpangan sosial; lembaga sosial; dan teori sosial."[119]
Jenny Sawyer menulis pada 25 Juli 2007 dalam Christian Science Monitor bahwa buku Harry Potter menciptakan "tren komersialisasi penceritaan dongeng masyarakat Barat", "moral dalam cerita tersebut sudah tersampaikan, namun dilenyapkan akibat adanya unsur budaya pop saat ini... setelah 10 tahun , 4.195 halaman, dan lebih dari 375 juta kopi, prestasi menjulang J.K. Rowling memiliki landasan hampir semua unsur sastra anak: kepahlawanan". Harry Potter, menurut Sawyer, tidak menghadapi "perjuangan moral" ataupun mengalami pertumbuhan etika, dan dengan demikian "tidak ada panduan untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah".[120] Sebaliknya, Emily Griesinger menggambarkan perjalanan Harry untuk pertama kalinya ke Peron 9¾ sebagai perwujudan dari iman dan harapan, dan perjumpaannya dengan Topi Seleksi adalah hal pertama dari banyak hal di mana karakter Harry dibentuk oleh pilihan yang dibuatnya. Griesinger juga mencatat adanya "sihir yang lebih kuat" dalam pengorbanan ibu Harry untuk melindungi putranya di sepanjang seri, yang gagal dipahami Voldemort.[121]
Dalam artikel Slate tanggal 8 November 2002, Chris Suellentrop mensejajarkan Potter dengan "anak malang yang sukses di sekolah karena bakat teman-teman dan kerabatnya". Ia mencatat bahwa dalam fiksi Rowling, kemampuan sihir adalah "sesuatu yang kau peroleh sejak lahir, bukan sesuatu yang dapat dicapai", Suellentrop juga menyatakan bahwa pepatah Dumbledore: "Pilihan kitalah, yang menunjukkan orang seperti apa kita, lebih dari kemampuan kita", adalah munafik.[122] Pada 12 Agustus 2007, New York Timesmeninjau Relikui Kematian, Christopher Hitchens memuji Rowling atas "cerita sekolah Inggris-nya" tanpa menciptakan "dunia demokrasi yang penuh keragaman".[123]
Kontroversi [sunting]
Buku-buku Harry Potter telah menjadi subyek dari sejumlah kasus hukum. Kelompok Kristen Amerika mengklaim bahwa buku-buku Harry Potter mempromosikan ajaran Wicca dan sihir di kalangan anak-anak, dan berbagai konflik lainnya terkait dengan pelanggaran hak cipta dan merek dagang. Popularitas dan tingginya nilai pasar dari seri Harry Potter telah membuat Rowling, penerbit, dan distributor film Warner Bros.mengambil tindakan hukum untuk melindungi hak cipta Harry Potter, termasuk melarang penjualan produk-produk imitasi Harry Potter, menegur para pemilik situs web yang memakai nama domain "Harry Potter", dan menuntut penulis bernama Nancy Stouffer karena menuduh bahwa Rowling telah menjiplak karyanya. Berbagai pemuka-pemuka agama mengklaim bahwa buku-buku Harry Potter mempromosikan sihir dan oleh karena itu tidak cocok bagi anak-anak, sedangkan sejumlah kritikus juga mengkritik buku-buku Rowling karena mempromosikan agenda politik.
Buku-buku Harry Potter juga telah menimbulkan kontroversi dalam dunia sastra dan penerbitan. Pada tahun 1997-1998, Harry Potter dan Batu Bertuah memenangkan hampir semua penghargaan buku di Britania Raya yang dinilai oleh anak-anak, namun tidak ada satupun penghargaan buku anak-anak yang dinilai oleh orang dewasa.[130] Sandra Beckett menyindir bahwa buku-buku ini hanya populer di kalangan anak-anak.[131]Pada tahun 1999, Whitbread Book of the Year Award untuk pertama kalinya memberikan penghargaan utama bagi buku anak-anak, dan salah satu juri mengancam akan mengundurkan diri jika Harry Potter dan Tawanan Azkaban dinyatakan sebagai pemenang. Buku ini pada akhirnya hanya menempati posisi kedua, di belakang pemenang hadiah puisi Seamus Heaney, yang menerjemahkan puisi epik Anglo-Saxon, Beowulf. Antara tahun 1997-1999, Rowling secara berturut-turut memenangkan Smarties Book Awards. Rowling akhirnya menarik diri dari kompetisi ini untuk memberikan kesempatan pada penulis yang lainnya.
Pada tahun 2000, tak lama sebelum penerbitan Harry Potter dan Piala Api, tiga seri Harry Potter sebelumnya telah menduduki puncak daftar buku fiksi terlaris New York Times, atau sepertiga dari entri buku-buku anak-anak. Surat kabar itu kemudian menciptakan daftar terbaru untuk buku anak-anak, memisahkan antara fiksi dan non-fiksi, serta hardcoverdan softcover untuk memberikan kesempatan pada buku anak-anak yang lainnya. Langkah ini didukung oleh para penerbit dan penjual buku. Pada tahun 2004, The New York Times lagi-lagi memecah daftar buku anak-anak terlaris yang masih saja tetap didominasi oleh buku-buku Harry Potter, memisahkan antara buku berseri dan buku individu, dan menyingkirkan Harry Potter dari daftar buku individu.Pemecahan daftar ini telah memicu berbagai pujian, kecaman, dan beberapa komentar yang menunjukkan manfaat dan kerugian dari langkah ini.[133] New York Times beralasan bahwa pemecahan daftar ini sama dengan kasus Billboard yang harus membuat tangga lagu terpisah pada tahun 1964 saat grup musik Inggris The Beatles merajai lima tangga lagu sekaligus, atau Nielsen yang harus membuat daftar game-show terpisah saat Who Wants to Be a Millionaire? – yang juga berasal dari Inggris – mendominasi rating Nielsen.
Adaptasi
Film
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Harry Potter (film)
Pada tahun 1998, Rowling menjual hak film dari empat buku pertama Harry Potter kepada Warner Bros. dengan harga £1 juta ($1.982.900).[135][136] Rowling meminta agar para pemain dalam film Harry Potter haruslah berasal dari Britania, namun tidak menutup kemungkinan pemeran berkebangsaan lainnya juga terlibat, misalnya aktor Irlandia Richard Harris yang memerankan Dumbledore, dan pemeran Perancis dan Eropa Timur dalam film Harry Potter and the Goblet of Fire, yang memang sesuai dengan asal karakter dalam buku.[137] Sejumlah sutradara dipertimbangkan untuk menggarap Harry Potter, termasuk Steven Spielberg, Terry Gilliam, Jonathan Demme, dan Alan Parker. Pada akhirnya, Chris Columbus ditunjuk pada 28 Maret 2000 untuk menyutradarai Harry Potter and the Philosopher's Stone (berjudul "Harry Potter and the Sorcerer's Stone" di Amerika Serikat). Penunjukan Columbus ini didasari oleh karya-karya film keluarganya seperti Home Alone dan Mrs. Doubtfire, serta pengalamannya yang terbukti mampu mengarahkan anak-anak saat bermain film.[138] Setelah proses pemilihan pemeran yang panjang, syuting dimulai pada bulan Oktober 2000 di Leavesden Film Studios London, dan produksi berakhir pada bulan Juli 2001.[139][140] Philosopher's Stone dirilis pada tanggal 14 November 2001. Tiga hari setelah rilis film pertama, produksi untuk Harry Potter and the Chamber of Secrets, yang juga disutradarai oleh Columbus, dimulai. Syuting film kedua selesai pada musim panas 2002, filmnya sendiri dirilis pada 15 November 2002. Daniel Radcliffe,Rupert Grint, dan Emma Watson masing-masingnya memerankan Harry Potter, Ron Weasley dan Hermione Granger di keseluruhan film.
Columbus menolak menyutradarai film ketiga, Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, dan hanya bertindak sebagai produser. Sutradara Meksiko Alfonso Cuarón mengambil alih posisi Columbus sebagai sutradara, dan setelah pengambilan gambar pada tahun 2003, film ini dirilis pada 4 Juni 2004. Film keempat mulai diproduksi sebelum dirilisnya film ketiga. Oleh sebab itu, Mike Newell dipilih sebagai sutradara untuk Harry Potter and the Goblet of Fire, yang dirilis pada 18 November 2005.[142] Newell merupakan sutradara Inggris pertama yang menggarap seri Harry Potter. Harry Potter and the Order of the Phoenix disutradarai oleh sutradara televisi David Yates. Produksi film ini dimulai pada bulan Januari 2006 dan dirilis setahun kemudian pada bulan Juli 2007, bertepatan dengan peluncuran novel terakhir, Harry Potter dan Relikui Kematian. Oleh sebab itu, banyak yang menganggap bahwa Juli 2007 adalah "bulannya Harry Potter". Karena eksekutif "sangat menyukai" film sebelumnya, Yates terpilih lagi untuk menyutradarai Harry Potter and the Half-Blood Prince, yang dirilis pada 15 Juli 2009.
Pada bulan Maret 2008, Presiden dan COO Warner Bros., Alan F. Horn, mengumumkan bahwa film terakhir dalam seri, Harry Potter and the Deathly Hallows, akan dirilis dalam dua bagian sinematik: Bagian 1 pada 19 November 2010 dan Bagian 2 pada 15 Juli 2011. Produksi kedua bagian ini dimulai pada bulan Februari 2009, dan hari terakhir pengambilan gambar berlangsung pada 12 Juni 2010.
Rowling memiliki kontrol kreatif atas seri film Harry Potter, mengamati proses pembuatan film Philosopher's Stone dan menjabat sebagai produser pada kedua film Deathly Hallows, bersama dengan David Heyman dan David Barron.[151] Film-film Harry Potter selalu merajai tangga box office. Secara keseluruhan, kedelapan film tersebut menjadi film seri dengan pendapatan kotor tertinggi di seluruh dunia. Philosopher's Stone adalah film Harry Potter dengan pendapatan kotor tertinggi sampai dirilisnya film terakhir, Deathly Hallows Part 2, sedangkan Prisoner of Azkaban berpendapatan kotor paling rendah. Selain sukses secara finansial, seri film Harry Potter juga sukses secara kritikal.
Pendapat mengenai film-film Harry Potter di antara penggemar umumnya terbagi dua; satu kelompok lebih memilih untuk setia pada dua film pertama, dan kelompok lainnya lebih memilih untuk menyukai film-film sesudahnya. Rowling sendiri secara rutin selalu mendukung setiap film, dan menyatakan bahwa Deathly Hallows adalah "salah satu favoritnya" dalam seri. Rowling menulis di situs webnya tentang transisi dari buku ke film: "Tidak mungkin untuk memasukkan setiap alur cerita buku ke dalam sebuah film yang durasinya hanya di bawah empat jam. Jelas film memiliki batasan-batasan yang tidak dimiliki novel, kendala waktu dan anggaran; sementara saya bisa membuat efek yang memukau tanpa mengandalkan apapun selain interaksi antara imajinasi saya sendiri dan para pembaca"
Dalam British Academy Film Awards ke-64 pada bulan Februari 2011, Rowling, bersama dengan produser David Heyman dan David Barron serta sutradara David Yates, Alfonso Cuarón dan Mike Newell menerima penghargaan Michael Balcon Award for Outstanding British Contribution to Cinema atas nama semua film dalam seri Harry Potter. Aktor Rupert Grint dan Emma Watson, yang memerankan karakter Ron Weasley dan Hermione Granger, juga hadir.
Permainan
Ada sebelas permainan video Harry Potter, delapan di antaranya sesuai dengan film dan buku, dan tiga lainnya merupakan spin-off. Permainan yang didasarkan pada film/buku diproduksi oleh Electronic Arts, termasuk permainan Harry Potter: Quidditch World Cup. Versi permainan video pertama dalam seri; Philosopher's Stone, dirilis pada bulan November 2001. Setiap permainan video umumnya dirilis bertepatan dengan perilisan film, yang berisi pemandangan dan detil dari adegan film serta dialog dan semangat dari kisah buku. Permainan biasanya berlangsung di dalam dan di sekitar kastil Hogwarts dan di berbagai kawasan sihir lainnya. Cerita dan desain permainan mengikuti karakterisasi dan plot film; EA bekerja sama dengan Warner Brothers agar bisa memasukkan adegan film ke dalam permainan. Permainan video terakhir dalam seri, Deathly Hallows, dipecah menjadi dua bagian, yakni Bagian 1, yang dirilis pada November 2010 dan Bagian 2, yang dirilis untuk konsol pada bulan Juli 2011. Permainan terdiri dari dua entri, dengan entri pertama yang menyampaikan tema intens dari aksi dan kekerasan, gameplay memiliki format bergaya penembak orang-ketiga.Permainan spin off lainnya seperti Lego Harry Potter: Years 1–4 dan Lego Harry Potter: Years 5–7 dikembangkan oleh Traveller's Tales dan dipublikasikan oleh Warner Bros. Interactive Entertainment. Sejumlah permainan media non-interaktif lainnya juga telah dirilis, misalnya permainan papan Cluedo Harry Potter Edition, Scene It? Harry Potter dan Lego Harry Potter, yang dipengaruhi oleh tema dalam novel ataupun film.
- 2001 - Harry Potter and the Philosopher's Stone
- 2002 - Harry Potter and the Chamber of Secrets
- 2004 - Harry Potter and the Prisoner of Azkaban
- 2005 - Harry Potter and the Goblet of Fire
- 2007 - Harry Potter and the Order of the Phoenix
- 2009 - Harry Potter and the Half-Blood Prince
- 2010 - Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1
- 2011 - Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2
Buku audio
Ketujuh buku Harry Potter telah dirilis secara lengkap dalam versi buku audio (audiobook), dengan Stephen Fry yang bertindak sebagai pembaca untuk pendengar di Britania Raya, dan Jim Dale menyuarakan keseluruhan seri untuk buku audio edisi Amerika Serikat.
Atraksi [sunting]
Amerika Serikat
Artikel utama untuk bagian ini adalah: The Wizarding World of Harry Potter (Islands of Adventure)
Setelah sukses dengan film dan buku, Universal dan Warner Brothers mengumumkan bahwa mereka akan membangun "The Wizarding World of Harry Potter," perluasan tema Harry Potter baru yang dibangun di taman hiburan Islands of Adventure di Universal Orlando Resort, Florida. Tanah yang baru, yang dipromosikan sebagai pulau hiburan ketujuh di taman tersebut, dibangun di sepanjang tanah yang disediakan untuk perluasan di luar batas asli taman, sampai ke pulau-pulau di The Lost Continent. Pembukaan kecil-kecilan taman hiburan ini diadakan pada akhir Maret 2010, dan pembukaan taman secara resmi diselenggarakan pada 16 Juni 2010 untuk tamu terpilih. Taman secara resmi dibuka untuk umum pada tanggal 18 Juni 2010.
Para pengunjung akan memasuki taman melalui stasiun Hogsmeade,[168] yang mengarah ke desa Hogsmeade, dan kastil Hogwartsterletak di ujung jalan. Kastil Hogwarts merupakan atraksi utama dalam taman hiburan ini, yang di dalamnya terdapat berbagai wahana dan permainan seperti Harry Potter & the Forbidden Journey, sebuah KUKA yang membawa penumpang melalui adegan realistis yang dipengaruhi oleh film dan buku, termasuk meluncur di atas Hogwarts, ikut pertandingan Quidditch, dan mendekati naga, dementor, dan Dedalu Perkasa.[169] Atraksi lainnya di antaranya rollercoaster kembar berkecepatan tinggi bernama Dragon Challenge, Dueling Dragons, dan rollercoaster khusus keluarga bernama Flight of the Hippogriff. Selain itu, terdapat berbagai tempat yang terinspirasi oleh buku dan film, di antaranya Honeydukes, yang menjual permen, cokelat kodok, dan kacang segala rasa Bertie Bott, toko tongkat sihir Ollivander, Toko Lelucon Zonko yang menjual berbagai barang seperti Teropong Curiga, dan Three Broomsticks yang menyajikan berbagai makanan dan minuman, yang paling terkenal adalah Butterbeer dan jus labu.
Dibangun dengan biaya sebesar $265 juta, taman hiburan Harry Potter "selalu penuh dan harus menunggu selama dua jam hanya untuk masuk ke... toko merchandise." Islands of Adventure mengalami peningkatan besar terkait dengan jumlah pengunjung, yang juga meningkatkan laba sebesar 36%,[170] mengungguli pesaingnya, Walt Disney World.[171]Disney sendiri pada awalnya telah ditawarkan untuk membangun taman hiburan Harry Potter, namun menolak kesempatan tersebut.[172]
Britania Raya
Pada bulan Maret 2011, Warner Bros. mengumumkan rencana untuk membangun atraksi wisata di Britania Raya yang akan menampilkan tema dalam film seri Harry Potter. Warner Bros. Studio Tour London akan memfasilitasi pembangunan ini, termasuk menampilkan set otentik film, kostum, dan alat peraga dari film seri. Atraksi wisata ini akan berlokasi di Warner Bros. Studios, Leavesden, yang merupakan tempat keseluruhan film-film Harry Potter dibuat. Warner Bros. sendiri menyatakan bahwa dua panggung suara baru akan dibangun untuk menampilkan set yang terkenal dari masing-masing film setelah adanya investasi sebesar £100 juta.[173] Beberapa set telah dibangun, dan tiket sudah mulai dijual. Atraksi ini dibuka untuk umum pada bulan Maret 2012.[174]
Daftar karakter Harry Potter
Gryffindor [sunting]
- Tiga Tokoh Sentral (Trio Emas)
- Satu Angkatan Dengan Harry
- Neville Longbottom anggota Laskar Dumbledore, Guru Herbologi Hogwarts pada masa depan, suami Hannah Abbott
- Lavender Brown anggota Laskar Dumbledore, menghadiri pesta dansa Yule Ball bersama Seamus Finnigan, sempat menjadi pacar Ron Weasley di buku keenam
- Seamus Finnigan anggota Laskar Dumbledore
- Parvati Patil anggota Laskar Dumbledore
- Dean Thomas anggota Laskar Dumbledore, sempat menggantikan Katie Bell sebagai Chaser Gryffindor di buku keenam
- 1 Tahun Di Atas Harry
- Katie Bell anggota Laskar Dumbledore
- Cormac McLaggen
- 2 Tahun Di Atas Harry
- Fred dan George Weasley anggota Laskar Dumbledore. Fred terbunuh dalam pertempuran Hogwarts
- Lee Jordan anggota Laskar Dumbledore
- Angelina Johnson anggota Laskar Dumbledore
- Alicia Spinnet anggota Laskar Dumbledore
- Kenneth Towler teman sekamar Fred, George, dan Lee; salah satu korban lelucon mereka
- Patricia Stimpson
- 4 Tahun Di Atas Harry
- 1 Tahun Di Bawah Harry
- Ginny Weasley
- Colin Creevey (anggota Laskar Dumbledore, terbunuh dalam pertempuran Hogwarts, 1998)
- 2 Tahun Di Bawah Harry
- Romilda Vane anggota Laskar Dumbledore (di film)
- 3 Tahun Di Bawah Harry
- Natalie McDonald (topi seleksi)
- 4 Tahun Di Bawah Harry
- Euan Abercrombie (topi seleksi)
- Tahun Masuk Tidak Diketahui
- Eloise Midgen (murid yang memiliki masalah jerawat yang gawat, beberapa kali disebutkan dalam percakapan, tapi tidak pernah benar-benar diperlihatkan. Dipulangkan dari Hogwarts di buku keenam dengan alasan keamanan)
- Ritchie Coote
- Andrew Kirke
- Demelza Robins (masuk tim Quidditch Gryffindor di buku keenam sebagai Chaser, bersama Ginny Weasley dan Katie Bell)
- Jack Sloper
- Vicky Frobisher (Ikut uji coba Quidditch di buku kelima)
- Geoffrey Hooper (Ikut uji coba Quidditch di buku kelima)
Ravenclaw [sunting]
- Satu Angkatan Dengan Harry
- Terry Bootanggota Laskar Dumbledore
- [[Mandy Brocklehurst]
- Anthony Goldstein anggota Laskar Dumbledore
- Isabel McDougal
- Padma Patil anggota Laskar Dumbledore
- Lisa Turpin
- Michael Corner anggota Laskar Dumbledore
- Su Li
- Stephen Cornfoot
- Kevin Entwhistle
- Sarah Fawcett
- Anak Ravenclaw yang Lebih Tua Dari Harry
- Eddie Carmichael
- Cho Chang anggota Laskar Dumbledore
- Penelope Clearwater sempat menjadi pacar Percy Weasley di buku kedua dan ketiga
- Roger Davies
- Marietta Edgecombe anggota Laskar Dumbledore, berkhianat
- Marcus Belby
'Anak Ravenclaw Yang Lebih Muda Dari Harry
- Anak Ravenclaw Yang Tahun Masuknya Tidak Diketahui
Hufflepuff [sunting]
- Anak Hufflepuff Yang Satu Angkatan Dengan Harry
- Hannah Abbott, anggota Laskar Dumbledore, menikah dengan Neville Longbottom
- Susan Bones, anggota Laskar Dumbledore, menikah dengan Ernie Macmillan
- Justin Finch-Fletchley anggota Laskar Dumbledore
- Ernie Macmillan anggota Laskar Dumbledore
- Zacharias Smith anggota Laskar Dumbledore
- Anak Hufflepuff Yang Lebih Tua Dari Harry
- Cedric Diggory (terbunuh pada tahun 1995)
- Anak Hufflepuff Yang Lebih Muda Dari Harry
- Anak Hufflepuff Yang Tahun Masuknya Tidak Diketahui
- S Fawcett
- Summerby
- Cadwallader
- Leanne teman Katie Bell. Dalam Harry Potter and the Deathly Hallows - Bagian 2, ia diperlihatkan bertempur di Hogwarts, anggota Laskar Dumbledore
Slytherin [sunting]
- Satu Angkatan Dengan Harry
- Anak Slytherin Yang Lebih Tua Dari Harry
- Anak Slytherin Yang Lebih Muda Dari Harry
- Anak Slytherin Yang Umurnya Tidak Diketahui
Murid Hogwarts Yang Tidak Diketahui Berada Di Asrama Mana [sunting]
- Satu Angkatan Dengan Harry
- Moon (Diketahui dari Topi Seleksi)
- Sally-Anne Perks (Diketahui dari Topi Seleksi)
- Morag MacDougal
- Tidak Satu Angkatan Dengan Harry
- Derek (seorang anak kelas satu yang menghadiri pesta natal di saat Harry kelas tiga, yang ditawari chipola oleh Dumbledore)
- Harold Dingle
- Emma Dobbs (Diketahui dari Topi Seleksi)
- Patricia Stimpson (Satu angkatan dengan Fred dan George)
Murid Murid Lain Yang Disebutkan Dalam Catatan J.K Rowling [sunting]
Dalam acara TV spesial yang berjudul Harry Potter and Me, J.K Rowling menunjukkan sebuah buku catatan yang berisi nama-nama murid yang satu angkatan dengan Harry. Setiap nama disertai dengan jenis kelamin, asrama, dan "status darah" (muggle, campuran, atau murni). Tetapi daftar ini bukanlah daftar yang baku, karena banyak karakter yang mengalami perubahan. Misalnya, Michael Corner dan Anthony Goldstein dalam catatan tersebut berada di asrama Hufflepuff, tapi ketika diperkenalkan pada Harry di Harry Potter and the Order of the Phoenix, keduanya adalah anak-anak Ravenclaw; bahkan Anthony Goldstein adalah salah satu prefek Ravenclaw.
Ada beberapa murid dari angkatan Harry yang disebutkan dalam buku catatan itu, tapi justru tidak muncul di buku. Mereka disebutkan dalam daftar di bawah ini sebagai kelengkapan.
- Stephen Cornfoot (Ravenclaw)
- Tracey Davis (Slytherin)
- Kevin Entwhistle (Ravenclaw)
- Wayne Hopkins (Hufflepuff)
- Megan Jones (Hufflepuff)
- Su Li (Ravenclaw)
- Isabel MacDougal (Ravenclaw, mungkin versi awal atau saudara dari Morag McDougal)
- Malone (Tidak Diketahui)
- Rivers (Tidak Diketahui)
- Roper (Tidak Diketahui)
- Runcorn (Tidak Diketahui)
- Spinks (Tidak Diketahui)
Murid-Murid Hogwarts Di Masa Lalu [sunting]
- Di Masa Tom Riddle
- Tom Riddle (Slytherin)
- Avery
- Rubeus Hagrid (Gryffindor)
- "Myrtle Merana" (terbunuh karena serangan basilisk pada tahun 1942, tapi sampai sekarang masih menghantui toilet wanita)
- Olive Hornby
- Rodolphus Lestrange
- Di Masa James Potter
- Bertram Aubrey
- Sirius Black (Gryffindor)
- Regulus Black (Slytherin)
- Lily Evans (Gryffindor)
- Davy Gudgeon (mencoba untuk melewati Dedalu Perkasa)
- Remus Lupin (Gryffindor)
- Peter Pettigrew (Gryffindor)
- James Potter (Gryffindor)
- Evan Rosier (Slytherin)
- Severus Snape (Slytherin)
- Wilkes
- Stebbins
Murid Dari Sekolah Sihir Lain [sunting]
- Fleur Delacour (Beauxbatons)
- Gabrielle Delacour (Beauxbatons)
- Viktor Krum (Durmstrang)
- Poliakoff (Durmstrang) – salah satu murid yang disebutkan dalam Harry Potter and the Goblet of Fire, yang mengatakan kepada Karkaroff bahwa ia juga ingin anggur.
Guru-Guru dan Staf Hogwarts [sunting]
Kepala Sekolah Hogwarts [sunting]
- Severus Snape, (buku ke-7), dipilih oleh kementerian yang baru pura-pura di bawah kendali Lord Voldemort, Slytherin
- Minerva McGonagall, 1997-? (akhir dari buku ke-6), menggantikan Dumbledore yang mati terbunuh, Gryffindor
- Albus Dumbledore, 1955-1997 (buku ke-6), Gryffindor
- Dolores Umbridge, 1995-1996 (buku ke-5)kementrian
- Armando Dippet, ?-1955
- Phineas Nigellus, Slytherin
- Dilys Derwent, 1741-1768
- Everard Proudfoot,
- Eoessa Sakndenberg
- Newt Scamander
Kepala Asrama [sunting]
- Aurora Sinistra (Guru Astronomi)
- Minerva McGonagall (Guru Transfigurasi) – Kepala Asrama Gryffindor dan menggantikan Dumbledore menjadi Kepala Sekolah Hogwarts
- Horace Slughorn (Guru Ramuan) – Kepala Asrama Slytherin sampai 1981; menjadi Kepala Asrama Slytherin dari 1997 (setelah Snape melarikan diri dari Hogwarts)
- Severus Snape (Guru Ramuan/Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam) – Kepala Asrama Slytherin 1981-1997
- Pomona Sprout (Guru Herbologi) – Kepala Asrama Hufflepuff
- Filius Flitwick (guru mantra)- Kepala Asrama Ravenclaw
Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam [sunting]
Selama Harry berada di sekolah, masing-masing mengajar selama satu tahun.
- Tahun ke-1: 1991-1992 - Quirinus Quirrell – merelakan tubuhnya untuk ditempati Voldemort, mati ketika Voldemort meninggalkannya setelah bertempur dengan Harry.
- Tahun ke-2: 1992-1993 - Gilderoy Lockhart – terkena jampi memorinya sendiri sehingga ia hilang ingatan dan sekarang berada di rumah sakit sihir St.Mungo.
- Tahun ke-3: 1993-1994 - Remus Lupin – mengundurkan diri setelah terungkap bahwa dia adalah manusia serigala.
- Tahun ke-4: 1994-1995 - Barty Crouch Jr. - (menjalankan misi Voldemort) menjadi guru dengan cara menyamar sebagai Alastor Moody (mantan auror dan guru yang sah) dengan cara meminum ramuan polijus milik Snape. Moody yang asli dibius dengan mantera dan dikurung oleh Crouch selama setahun di dalam koper ajaib Moody sendiri. Crouch berakhir dengan mendapatkan Kecupan
- Tahun ke-5: 1995-1996 - Dolores Umbridge – sekaligus sebagai Asisten Menteri Sihir, sangat ketat dengan peraturan dan dekrit-(yang dibuat-buat)-nya, sempat menjadi kepala sekolah, dibawa pergi dan dibuat trauma oleh Centaurus, karena menyebut mereka sebagai "turunan-campuran-kotor".
- Tahun ke-6: 1996-1997 - Severus Snape – meninggalkan Hogwarts setelah membunuh Dumbledore.
- Tahun ke-7: 1997-1998 - Amycus Carrow - mata pelajaran Pertahanan terhadap Ilmu Hitam tetap ada tetapi yang diajarkan adalah Ilmu Hitam itu sendiri.
Guru-guru Hogwarts Yang Lain [sunting]
- Masa Lalu
- Albus Dumbledore - Transfigurasi, 52 tahun yang lalu
- Professor Silvanus Kettleburn – Pemeliharaan Satwa Gaib sampai buku ke-3 (1993)
- Professor Galatea Merrythought – Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam 50 tahun yang lalu
- Horace Slughorn – Guru Ramuan 50 tahun yang lalu dan di ajak kembali oleh Dumbledore
- Saat ini
- Cuthbert Binns – Sejarah Sihir (satu-satunya guru Hogwarts yang hantu)
- Firenze – Ramalan sejak buku ke-5 (1995)
- Rubeus Hagrid – Pemeliharaan Satwa Gaib sejak buku ke-3 (1993)
- Madam Rolanda Hooch – Pelajaran Terbang, Wasit Quidditch
- Aurora Sinistra – Astronomi
- Sybill Patricia Trelawney – Ramalan
- Septima Vector - Arithmancy
- Charity Burbage - Telah Muggle ,dibunuh oleh Lord Voldemort
- Bathsheda Babbling – Rune Kuno
- Horace Slughorn - Ramuan – sudah pensiun, tapi berhasil diyakinkan untuk kembali mengajar di Hogwarts di buku ke-6 (1996)
- Guru Pengganti
- Wilhelmina Grubbly-Plank – Pemeliharaan Satwa Gaib
Karyawan Hogwarts yang lain [sunting]
- Apollyon Pringle (penjaga sekolah pada masa lalu)
- Argus Filch (penjaga sekolah di saat ini)
- Ogg (pemegang kunci pada masa lalu)
- Rubeus Hagrid (pemegang kunci tanaman dan pengawas binatang liar)
- Irma Pince (petugas perpustakaan)
- Poppy Pomfrey (perawat)
Penguji OWL (Ordinary Wizarding Level) [sunting]
Staf dari Sekolah Sihir Lain [sunting]
- Igor Karkaroff (Kepala Sekolah Durmstrang)
- Olympe Maxime (Kepala Sekolah Beauxbatons)
Pengajar Lain [sunting]
- Wilkie Twycross (Pengajar Apparate dari Kementerian Sihir)
Para Hantu [sunting]
- Nick-Si-Kepala-Nyaris-Putus, hantu Gryffindor (Sir Nicholas de Mimsy-Porpington)
- Baron Berdarah, hantu Slytherin
- Rahib Gemuk, hantu Hufflepuff
- Nyonya Kelabu/Helena ravenclaw, hantu Ravenclaw
- Professor Binns guru sejarah Sihir
- Myrtle Merana
- Sir Patrick Delaney-Podmore
- Peeves
Lukisan [sunting]
- Lukisan di kantor Kepala Sekolah
- Dilys Derwent (berhubungan dengan lukisannya di rumah sakit St Mungo's Hospital Untuk Penyakit dan Luka-Luka Sihir)
- Everard Proudfoot (berhubungan dengan lukisannya di Kementrian Sihir)
- Fortescue
- Phineas Nigellus (berhubungan dengan lukisannya di Grimmauld Place nomor 12)
- Armando Dippet
- Albus Dumbledore (sejak kematiannya pada tahun 1997)
- Semua Kepala Sekolah sebelumnya
- Lukisan Lain di Hogwarts
- Nyonya Gemuk
- Violet (kawan Nyonya Gemuk ~ berhubungan dengan lukisannya di rumah sakit St Mungo's Hospital Untuk Penyakit dan Luka-Luka Sihir)
- Sir Cadogan
- Putri Duyung di Kamar Mandi Prefek
- Lukisan di Tempat Lain
- Elfrida Clagg (Kementrian Sihir)
- Walburga Black (Grimmauld Place nomor 12, ibu Sirius)
- Lukisan di kantor Perdana Menteri Muggle ("pria kecil bertampang kodok memakai wig perak panjang")
Orde Phoenix [sunting]
Selama Perang Kedua [sunting]
- Albus Dumbledore (pemimpin Orde; dibunuh Snape pada bulan Juni 1997, atas perintah Dumbledore sendiri)
- Amelia Bones (meninggal di bulan Juli atau Agustus 1996)
- Sirius Black (meninggal di bunuh sepupunya sendiri, meninggal bulan Juni 1996)
- Dedalus Diggle
- Elphias Doge
- Aberforth Dumbledore(adik Dumbledore)
- Arabella Figg
- Mundungus Fletcher (dipenjara akibat merampok dan menyamar sebagai Inferius, namun berhasil kabur)
- Rubeus Hagrid
- Hestia Jones
- Remus Lupin (terbunuh dalam pertempuran Hogwarts, 2 Mei 1998)
- Minerva McGonagall
- Alastor Moody (terbunuh pada bulan Juli 1997)
- Sturgis Podmore
- Kingsley Shacklebolt
- Nymphadora Tonks (terbunuh dalam pertempuran Hogwarts, 2 Mei 1998)
- Severus Snape (agen ganda)
- Emmeline Vance (meninggal pada bulan Juli atau Agustus 1996)
- Arthur Weasley
- Bill Weasley
- Charlie Weasley
- Molly Weasley
- Fred Weasley (Terbunuh dalam pertempuran Hogwarts, 2 Mei 1998)
Agen Ganda [sunting]
- Peter Pettigrew (sampai 1981, sekarang menjadi Pelahap Maut, dicekik oleh tangan peraknya sendiri ketika gagal membunuh Harry di Malfoy Manor)
- Severus Snape (sampai 1997, terakhir diketahui berada di pihak Orde Phoenix, mengikuti permintaan Albus Dumbledore untuk menyusup pada pihak Voldermort)
Terluka Parah Akibat Perang Pertama [sunting]
- Frank dan Alice Longbottom adalah pasangan Auror dan orangtua dari sahabat Harry Potter, Neville Longbottom. Frank dan Alice Longbottom dilukai oleh Bellatrix Lestrange dengan kutukan Siksa - Cruciatus, satu dari Tiga Kutukan Tak Termaafkan, sekarang kehilangan ingatan dan dirawat di St. Mungo.
Meninggal di Perang Pertama [sunting]
- Edgar Bones – dibunuh oleh Pelahap Maut
- Caradoc Dearborn – kemungkinan dibunuh oleh Pelahap Maut, mayatnya tidak pernah ditemukan.
- Benjy Fenwick – dibunuh oleh Pelahap Maut
- Marlene McKinnon – dibunuh oleh Travers dan Pelahap Maut lainnya
- Dorcas Meadows – dibunuh oleh Voldemort
- James Potter – dibunuh oleh Voldemort
- Lily Potter – dibunuh oleh Voldemort
- Fabian Prewett – dibunuh oleh Pelahap Maut (Antonin Dolohov)
- Gideon Prewett – dibunuh oleh Pelahap Maut (Antonin Dolohov)
Penyihir Hitam [sunting]
Pelahap Maut [sunting]
- Saat Ini
- Lord Voldemort (pimpinan)
- Alecto
- Amycus
- Avery
- Crabbe Sr. (ayah dari Vincent Crabbe)
- Antonin Dolohov
- Goyle Sr. (ayah dari Gregory Goyle)
- Fenrir Greyback (manusia serigala)
- Jugson
- Bellatrix Lestrange
- Rabastan Lestrange
- Rodolphus Lestrange
- Walden Macnair
- Draco Malfoy
- Lucius Malfoy (ayah dari Draco Malfoy)
- Narcissa Malfoy (ibu dari Draco Malfoy)
- Mulciber
- Nott Sr. (ayah dari Theodore Nott)
- Peter Pettigrew
- Augustus Rookwood
- Travers
- Yaxley
Penyihir Hitam Yang Mati atau Tidak Memiliki Jiwa [sunting]
- Barty Crouch Jr. (diberi Kecupan Dementor pada tahun 1995)
- Quirinus Quirrell
- Evan Rosier
- Wilkes
- Gibbon
Pengkhianat Pelahap Maut [sunting]
- Igor Karkaroff (dibunuh pada tahun 1996)
- Regulus Black (diperkirakan dibunuh sekitar tahun 1980-an)
Penyihir Hitam Yang Lain [sunting]
- Gellert Grindelwald (dikalahkan oleh Albus Dumbledore tahun 1945, akhirnya dibunuh oleh Lord Voldemort tahun 1998 setelah menolak mengungkapkan rahasia Tongkat Elder kepada Voldemort)
Kementrian Sihir [sunting]
Staf Kementerian dan Departemen [sunting]
- Millicent Bagnold (1980-1990, sebelum Cornelius Fudge)
- Cornelius Fudge (buku 1 sampai 5)
- Rufus Scrimgeour (buku ke-6 dan ke-7)
- Kingsley Shacklebolt (akhir buku ke-7, sementara, kemudian permanen)
- Ludo Bagman (mantan Kepala Departemen Olahraga dan Permainan Sihir)
- Bob (Departmen Peraturan dan Pengawasan Makhluk-makhluk Sihir)
- Broderick Bode (mantan Unspeakable, meninggal tahun 1995 setelah dijerat oleh satu pot tanaman Jerat Setan di RS St. Mungo)
- Amelia Bones (mantan Kepala Departemen Pelaksanaan Hukum Sihir, dibunuh tahun 1996)
- Dirk Cresswell (Kepala Kantor Hubungan Goblin, meninggal tahun 1997 saat sedang dalam pelarian. Kematiannya disebutkan dalam siaran Potterwatch.)
- Croaker (Unspeakable)
- Bartemius Crouch, Sr. (mantan Kepala Departemen Kerjasama Sihir Internasional)
- Amos Diggory (Departemen Peraturan dan Pengawasan Makhluk-makhluk Sihir)
- Madam Edgecombe (Departemen of Transportasi Sihir, Otoritas Jaringan Floo)
- Mafalda Hopkirk (Kantor Penggunaan Sihir Tidak Pada Tempatnya)
- Bertha Jorkins (mantan pegawai Departemen Olahraga dan Permainan Sihir, Departemen Kerjasama Sihir Internasional, ditangkap, disiksa dan dibunuh oleh Voldemort. Memiliki ingatan yang parah)
- Walden Macnair (Komite Pemunahan Makhluk-makhuk Sihir Berbahaya, Pelahap Maut)
- Cuthbert Mockridge (Kantor Hubungan Goblin)
- Bob Ogden (karyawan Departemen Pelaksanaan Hukum Sihir 50 tahun yang lalu)
- Arnold Peasegood (Obliviator)
- Perkins (kantor Penyalahgunaan Barang-barang Muggle)
- Newt Scamander (mantan karyawan Departemen Satwa Gaib, Divisi Hewan, kepala sekolah Hogwarts)
- Dolores Umbridge (mantan Asisten Khusus Menteri Sihir)
- Rufus Scrimgeour (mantan Kepala Divisi Auror, Menteri Sihir, digulingkan dalam kudeta tahun 1997 dan dibunuh oleh Pelahap maut)
- Wilkie Twycross (karyawan Pusat Pengujian Apparate)
- Arthur Weasley (mantan karyawan departemen Penyalahgunaan Barang-barang Muggle, sekarang Kepala Kantor Pendeteksian dan Penyitaan Mantra Pertahanan dan Benda Perlindungan Palsu)
- Percy Weasley (Menteri Junior)
- Gilbert Wimple (Komite Mantra-mantra Eksperimen)
- Tiberius McLaggen (Paman dari Cormac Mclaggen)
- Basil (Petugas Transportasi)
- Eric Munch (petugas keamanan di Atrium)
- Hermione Granger (Departemen Pelaksanaan Hukum Sihir, pereformasi hukum sihir yang pro darah murni)
Auror [sunting]
- Dawlish
- Alice Longbottom (tidak dapat bertugas)
- Frank Longbottom (tidak dapat bertugas)
- Alastor 'Mad-Eye' Moody (tewas dalam buku ke-7, dibunuh Voldemort langsung)
- Proudfoot
- Gawain Robards (Kepala Kantor Auror periode 1997-2007, menggantikan Scrimgeour)
- Savage
- Kingsley Shacklebolt (dulu adalah kepala perburuan Sirius, ditempatkan di kantor Perdana Menteri Inggris untuk melindunginya pada buku keenam. Setelah Pertempuran Hogwarts, diangkat menjadi pejabat sementara Menteri Sihir, kemudian permanen.)
- Nymphadora Tonks (tewas dalam buku ke-7)
- Williamson
- Harry Potter (Kepala Kantor Auror periode 2007-sekarang)
- Ron Weasley
Anggota Wizengamot [sunting]
- Albus Dumbledore (Chief Warlock)
- Griselda Marchbanks (Tetua)
- Tiberius Ogden (Tetua)
- Elphias Doge
Orang-Orang Yang Berhubungan Dengan Quidditch [sunting]
Pemain Quidditch Hogwarts [sunting]
Lihat: Tim Quidditch Hogwarts
Pemain Quidditch Internasional [sunting]
- Pemain Quidditch Yang Lain
- Gwenog Jones (Kapten Holyhead Harpies)
- Ludo Bagman (mantan beater Winbourne Wasp)
- Oliver Wood (pemain cadangan Puddlemere United)
- Catriona MacCormack
- Rudolf Brand (seeker Heidelsburg Harriers)
- Gwendolyn Morgan (keeper) Holyhead Harpies)
- Glynnis Griffiths (seeker) Holyhead Harpies)
- Roderick Plumpton (memecahkan rekor tangkapan snitch-3 1/2 detik)
- Barry Ryan (beater tim Quidditch Irlandia)
- Meaghen MacCormack (putri dari Catriona MacCormack)
- Karl Broadmoore (beater Falmouth Falcons)
- Kevin Broadmoore, (Beater Falmouth Falcons)
- Darren O'Hare
- "Dangerous" Dai Llewellyn (pemain Caerphilly Catapults yang dimakan seekor Chimaera ketika ia berlibur di Mykonos, Yunani)
- Josef Wronski (pencipta taktik Wronski Feint)
Orang Lain Yang Berhubungan Dengan Quidditch [sunting]
Hassan Mostafa, wasit di Final Piala Dunia Quidditch ke-422
Penyihir Terkenal [sunting]
Penyihir Terkenal Yang Terdapat Dalam Cokelat Kodok [sunting]
- Agrippa
- Circe
- Cliodna
- Albus Dumbledore
- Alberic Grunnion
- Archibald Alderton
- Hengist of Woodcroft
- Merlin
- Morgana
- Paracelsus
- Ptolemy
- Herpo the Foul
- Godric Gryffindor
- Helga Hufflepuff
- Rowena Ravenclaw
- Salazar Slytherin
- Newt Scamander
- Gwenog Jones
- Falco Aesalon
- Ignatia Wildsmith
- Laverne de Montmorency
- Leopoldina Smethwyck
- Mopsus
- Oswald Beamish
- Wendelin the Weird
- Uric the Oddball
- Xavier Rastrick
Catatan: Menurut JK Rowling, setelah kekalahan Voldemort. Trio Emas (Harry Potter, Ron Weasley, dan Hermione Granger), ditambahkan ke dalam koleksi kartu coklat kodok.
Pendiri Hogwarts [sunting]
Penyihir Terkenal Lain [sunting]
- Nicholas Flamel
- Perenelle Flamel
- Urquhart Rackharrow
- Wendelin si Aneh
- Bowman Wright (terkenal karena menciptakan Golden Snitch)
Keluarga Dekat Dari Karakter Utama [sunting]
- Alphard Black – Paman Sirius Black
- Elladora Black – Bibi Sirius Black
- Orion Black – Ayah Sirius Black
- Walburga Black – Ibu Sirius Black
- Fergus – Sepupu Seamus Finnigan
- Fridwulfa – Ibu Rubeus Hagrid (raksasa)
- Morfin Gaunt – Paman Lord Voldemort
- Merope Gaunt – Ibu Lord Voldemort
- Marvolo Gaunt – Kakek Lord Voldemort
- Tom Riddle Sr. – Ayah Lord Voldemort yang Muggle
- Algie Longbottom – Adik dari Nenek Neville Longbottom
- Augusta Longbottom – Nenek Neville Longbottom
- Enid Longbottom - Adik dari Nenek Neville Longbottom
- Abraxas Malfoy – Kakek Draco Malfoy
- Narcissa Malfoy - Istri Lucius Malfoy, Ibu Draco Malfoy, sepupu Sirius Black, saudara kandung Bellatrix Lestrange
- Araminta Meliflua – Sepupu dari Ibu Sirius Black
- Eileen Prince – Ibu Severus Snape
- Tobias Snape – Ayah Severus Snape yang Muggle
- Andromeda Tonks – Ibu Nymphadora Tonks
- Ted Tonks – Ayah Nymphadora Tonks yang kelahiran Muggle
- Cassandra Trelawney – Nenek buyut Sibyll Trelawney
- Sepupu Molly Weasley yang akuntan
- Nyonya Zabini – Ibu Blaise Zabini
Penyihir yang Lain [sunting]
Penyihir yang berhubungan dengan Diagon Alley, Knockturn Alley dan Hogsmeade [sunting]
- Borgin
- Caractacus Burke
- Aberforth Dumbledore
- Florean Fortescue
- Madam Malkin
- Mr Ollivander
- Madam Rosmerta
- Tom, bartender Leaky Cauldron
- Fred Weasley
- George Weasley
Penyembuh [sunting]
- Dilys Derwent
- Augustus Pye
- Hippocrates Smethwyck
- Miriam Strout
- Mungo Bonham (pendiri St. Mungo's Hospital)
Penulis Buku [sunting]
- Gilderoy Lockhart menulis "Magical Me", "Traveling with Troll", "Voyage with Vampire", "Year with Yeti"
- Newt Scamander menulis Fantastic Beasts And Where To Find Them
- Kennilworthy Whisp menulis Quidditch Through The Ages
- Bathilda Bagshot menulis History of Magic
- Libatius Borage menulis Advanced Potion Making
- Miranda Goshawk
- Inigo Imago
- Arsenius Jigger
- Wilbert Slinkhard
- Phyllida Spore
- Emeric Switch
- Quentin Trimble
- Cassandra Vablatsky
- Adalbert Waffling
- Eldred Worple
Pemain Musik [sunting]
- Stubby Boardman, penyanyi utama dari band the Hobgoblins
- Celestina Warbeck, penyanyi
- The Weird Sisters, sebuah band
- Heathcote Barbary, pemain gitar rhythm The Weird Sisters
- Herman Wintringham, pemain flute The Weird Sisters
- Gideon Crumb, pemain bagpipe The Weird Sisters
- Donaghan Tremlett, pemain bass The Weird Sisters
- Orsino Thruston, pemain drum The Weird Sisters
- Merton Graves, pemain cello The Weird Sisters
- Kirley McCormack Duke, pemain lead guitar The Weird Sisters
- Myron Wagtail, penyanyi utama The Weird Sisters
Lain-Lain [sunting]
- R.A.B. (ditemukan di salah satu horcrux Voldemort, kemudian diketahui sebagai Regulus Arcturus Black, adik Sirius)
- Doris Crockford
- Barnabas Cuffe
- Ambrosius Flume
- Gladys Gudgeon
- Ciceron Harkiss
- Madam Marsh
- Tiberius Ogden
- Ernie Prang (sopir Bus Ksatria)
- Doris Purkiss
- Sanguini (vampire, teman Slughorn)
- Stan Shunpike (kondektur Bus Ksatria)
- Rita Skeeter (animagus, reporter The Daily Prophet)
- Veronica Smethley
- Hepzibah Smith
- Rave Wild'e
- Willy Widdershins
- Timothy Blenkinsop, seorang supporter Puddlemere United
Karakter Non-Sihir [sunting]
Squib [sunting]
- Arabella Figg
- Argus Filch
- Saudara Keluarga Weasley yang akuntan
Muggle [sunting]
- Keluarga Dursley
- Vernon Dursley
- Petunia Dursley
- Dudley Dursley
- Marjorie Dursley (Bibi Marge)
- Geng Dudley
- Lain-lain
- Perdana Menteri Inggris (kemungkinan John Major)
- Hetty Bayliss
- Amy Benson
- Dennis Bishop
- Frank Bryce
- Cecilia
- Herbert Chorley
- Nyonya Cole
- Mary Dorkins
- Dot (warga Little Hangleton yang menyebarkan gosip tentang pembunuhan Keluarga Riddle)
- Mark Evans (ditilik dari nama belakangnya, banyak pembaca yang berasumsi bahwa ia mempunyai hubungan dengan ibu dan bibi Harry. Namun hal ini dibantah Rowling, dan menyatakan bahwa kesamaan nama ini hanyalah kebetulan belaka)
- Angus Fleet
- Colonel Fubster
- Jim McGuffin
- Tuan dan Nyonya Granger, orangtua Hermione
- Tuan dan Nyonya Mrs Mason, klien Vernon Dursley
- Tuan Payne
- Tuan Prentice
- Tom Riddle Sr. dan orangtuanya
- Tuan dan Nyonya Roberts dan kedua anak mereka (dari Piala Dunia Qiudditch)
- Billy Stubbs
- Ted, penyiar di acara berita sore
- Nyonya Tetangga Sebelah, seorang wanita tak-bernama yang tinggal di sebelah rumah Keluarga Dursley
Karakter Lain [sunting]
Peri Rumah [sunting]
- Dobby (pernah bekerja di rumah Keluarga Malfoy, sempat bekerja di Hogwarts meninggal di buku ke-7 ketika berusaha menyelamatkan Harry Potter dari rumah kediaman Malfoy)
- Hokey (Peri Rumah Hepzibah Smith)
- Kreacher (Peri Rumah yang diwariskan Sirius kepada Harry – yang disuruh untuk bekerja dengan Peri Rumah lain di Hogwarts)
- Winky (pernah bekerja di rumah Keluarga Crouch, sekarang di Hogwarts)
Goblin [sunting]
Modern [sunting]
Masa Lalu [sunting]
Raksasa [sunting]
- Setengah-Raksasa
- Centaurus
- Manusia Serigala
- Fenrir Greyback
- Remus Lupin
- Bill Weasley, belum sepenuhnya manusia serigala, tapi memiliki sifat-sifat manusia serigala (sejak buku ke-6).
Hewan Peliharaan dan Makhluk Sihir Lainnya [sunting]
Burung Hantu [sunting]
- Errol (milik Keluarga Weasley)
- Hedwig (milik Harry Potter, terkena kutukan Avada Kedavra yang nyasar tahun 1997)
- Hermes (milik Percy Weasley)
- Pigwidgeon (milik Ron Weasley)
- Burung Hantu-Elang milik Keluarga Malfoy (nama tidak diketahui)
Kucing [sunting]
- Crookshanks (milik Hermione Granger)
- Kucing Millicent Bulstrode (nama tidak diketahui)
- Mrs Norris (kucing Argus Filch)
- Paws, Snowy, Tibbles dan Tufty (milik Arabella Figg)
- Minerva McGonagall (animagus kucing)
Anjing [sunting]
- Fang (milik Hagrid)
- Fluffy (anjing Hagrid yang berkepala tiga)
- Ripper (milik bibi Marge)
- Sirius Black (animagus anjing) alias Padfoot
Hewan Peliharaan dan Makhluk Lain [sunting]
- Aragog (Acromantula milik Hagrid, yang hidup di Hutan Terlarang, mati di buku ke-6)
- Arnold (Pygmy Puff ungu milik Ginny Weasley)
- Binky (kelinci Lavender Brown yang dimakan serigala)
- Fawkes (burung phoenix milik Albus Dumbledore)
- Nagini (ular milik Lord Voldemort)
- Norbert (bayi naga milik Hagrid yang dibawa ke Rumania oleh Charlie Weasley)
- Scabbers (tikus milik Ron Weasley, yang sebenarnya adalah animagus Peter Pettigrew)
- Trevor (katak Neville Longbottom)
- Buckbeak (alias Witherwings), seekor hippogriff yang pada mulanya milik Hagrid, kemudian Sirius Black, kemudian Harry yang dirawat oleh Hagrid
- Dementor, penjaga penjara sihir Azkaban, yang sekarang menjadi pengikut Voldermort
| ||||||||||||||||||||||||||||



0 komentar:
Posting Komentar